Kelahiran Rasulullah Muhammad SAW

January 12, 2011 at 3:43 pm (Uncategorized)

Pada saat yang sangat kritis ini muncullah sebuah bintang pada malam yang gelap gulita, sinarnya semakin terang membuat malam menjadi terang benderang, ia bukan bintang yang biasa, tapi bintang yang sangat luar biasa, bahkan matahari di siang haripun malu menampakkan sinarnya karena bintang ini adalah maha bintang yang terlahirkan ke muka bumi, ialah cahaya dalam kegelapan, ia adalah cahaya di dalam dada, ia dikenal dengan Nama Muhammad, menurut sejarawan bintang ini tepat terlahir tanggal 17 Rabi’ul Awwal (12 Rabi’ul awwal menurut mazhab sunni) 570 M, bintang ini tak pernah padam walaupun 14 abad setelah ketiadaannya, bahkan ia semakin terang dan semakin terang, dari bintang ini terlahir 13 bintang yang lain, yang selalu menjadi hujjah bagi bintang-bintang yang sulit bersinar lainnya di setiap zamannya. Ia memiliki silsilah yang berhubungan langsung dengan jawara Tauhid melalui anaknya Ismail AS, yang dilahirkan melalui rahim-rahim suci dan terpelihara dari perbuatan-perbuatan mensekutukan Tuhan. Ia begitu suci sehingga Tuhan memerintahkan kepada Para Malaikat dan Jin untuk bersujud kepada Adam, karena cahayanya dibawa oleh Adam AS untuk disampaikan kepada maksud, ia adalah rencana Tuhan yang teramat besar yang langit dan bumi pun tak kan sanggup memikulnya.

Peristiwa kelahiran sang bintang dipenuhi dengan kejadian-kejadian yang luarbiasa, dimulai dengan peristiwa padamnya api “abadi” di kerajaan Persia, hancurnya sesembahan batu di sana, dan penyerangan pasukan bergajah untuk menghancurkan Ka’bah, yang di kemudian hari menjadi kiblat baginya dan ummatnya sampai akhir zaman, namun tentara yang besar ini dihancurkan oleh burung-burung yang dikirimkan oleh Sang Pemilik kiblat (Ka’bah), karenanya tahun ini dinamakan tahun Gajah. Sudah menjadi tradisi kelahiran manusia luar biasa harus juga didahului peristiwa yang luar biasa. Muhammad namanya, ayahnya bernama Abdullah, Ibundanya Aminah, kedua orang tuanya berasal dari silsilah yang mulia yang merupakan keturunan Jawara Tauhid (Ibrahim AS). Abdullah lahir kedunia hanya untuk membawa nur Muhammad dan “meletakkannya” ke dalam rahim Aminah, Sang isteri saat itu mengandung (2 bulan) bayi yang kelak menjadi manusia besar. Setelah lama kepergian sang suami, sang isteri merasakan kesepian yang amat dalam, walaupun suaminya selalu berkirim surat. Namun pada saat lain surat tidak lagi ia terima, begitu riang hatinya ternyata ia melihat rombongan dagang suaminya telah pulang, tapi Ia amat terkejut karena tak dilihatnya suaminya, datanglah seseorang dari rombongan tersebut yang menyampaikan berita kepada Aminah, mulutnya begitu berat untuk mengucapkan kata – kata ini kepada wanita ini, ia tidak sanggup mengutarakannya, namun akhirnya terucap juga bahwa sang suami telah berpulang ke hadirat Allah Swt dan dimakamkan di abwa.

Begitu goncang hatinnya mendengarkan hal ini, tak sanggup menahan tangisnya, ia menangis menahan sedih dan tak makan beberapa hari, namun ia bermimpi, dalam mimpinya seorang wanita datang dan berkata kepadanya agar ia menjaga bayi dalam janinnya dengan baik – baik. Ia berulang kali bermimpi bertemu dengan wanita tersebut yang ternyata adalah Maryam binti Imran (Ibu Isa as). Dalam mimpinya sang wanita mulia ini berkata : “Kelak bayi yang ada didalam rahimmu akan menjadi manusia paling mulia sejagat raya, maka jagalah ia baik – baik hingga kelahirannya.

Saat ayahanda Muhammad yang mulia ini Wafat dalam usia 20 tahun (riwayat lain – 17 tahun), sang bintang kita ini sedang berada dalam kandungan ibunya, beberapa tahun kemudian Bunda Sang bintang menyusul suaminya dan dimakamkan di Abwa juga. Muhammad dibawa pulang oleh Ummu Aiman dan diasuh oleh kakeknya, belum lagi hilang duka setelah ditinggal Sang Bunda, ia pun harus kehilangan kakeknya ketika umurnya belum lagi menginjak delapan tahun. Setelah kepergian sang kakek, sang bintang (Muhammad) diasuh oleh pamannya, Abu Tholib, seorang putra Abdul Mutholib yang pertama menyatakan keimanannya kepada kemenakannya sendiri (Muhammad). Pemandu ilahi selalu saja dipilihkan oleh Ilahi untuk memiliki profesi sebagai seorang gembala, melalui profesi ini beliau mengarungi beberapa waktu kehidupannya untuk menjadi “gembala” domba yang lebih besar, inilah pilihan Ilahi yang memilihkan baginya sebuah jalan dimana hal ini penting bagi orang yang akan berjuang melawan orang-orang hina yang berpikiran sampai menyembah aneka batu dan pohon, ilahi menjadikannya kuat sehingga tidak menyerah kepada apapun kecuali keputusan-Nya. Ada penulis sirah yang mengutip kalimat Nabi berikut ini, “ Semua Nabi pernah menjadi gembala sebelum beroleh jabatan kerasulan.” Orang bertanya kepada Nabi,” Apakah Anda juga pernah menjadi gembala?” Beliau menjawab,” Ya. Selama beberapa waktu saya menggembalakan domba orang Mekah di daerah Qararit.”

Sang bintang terlahir bukan dari kalangan orang yang teramat kaya, belum lagi ia dilahirkan sebagai seorang yatim, dan telah kehilangan Ayah, Ibu di masa kecil sebagai tempat bernaung, apa yang dapat dikatakan oleh anak kecil yang telah kehilangan kedua orang tuanya sedangkan dia sendiri masih membutuhkan naungan kedua orang tua dan kasih sayang mereka. Mari kita masuk ke jazirah Arabia lebih jauh lagi, kita dapat melihat bahwa kondisi keuangan Muhammad terbilang cukup sulit. Muhammad terkenal dengan kemuliaan rohaninya, keluhuran budi, keunggulan ahklaq dan dirinya dikenal di masyarakat sebagai “orang jujur” (al-Amin), ia menjadi salah seorang kafilah dagang Khodijah yang terpercaya dan Khodijah memberikan dua kali lipat dibandingkan yang diberikannya kepada orang lain. Kafilah Quraisy, termasuk barang dagangan Khodijah, siap bertolak, kafilah tiba di tempat tujuan. Seluruh anggotanya mengeruk laba. Namun, laba yang diperoleh Nabi lebih banyak ketimbang lain. Kafilah kembali ke Makkah. Dalam perjalanan, Sang bintang melewati negeri ‘Ad dan Tsamud. Keheningan kematian yang menimpa kaum pembangkang itu mengundang perhatian sang bintang.

Kafilah mendekati Mekah, Maisarah, berkata kepada sang Bintang, “Alangkah baiknya jika Anda memasuki Mekah mendahului kami dan mengabarkan kepada Khodijah tentang perdagangan dan keuntungan besar yang kita dapatkan.” Nabi tiba di Mekah ketika Khodijah sedang duduk di kamar atasnya. Ia berlari turun dan mengajak Nabi ke ruangannya. Nabi menyampaikan, dengan menyenangkan, hal-hal menyangkut barang dagangan. Maisarah menceritakan tentang Kebesaran jiwa Al-Amin selama perjalanan dan perdagangan. Maisarah menceritakan “Di Busra, Al-Amin duduk di bawah pohon untuk istirahat. Seorang pendeta, yang sedang duduk di biaranya, kebetulan melihatnya. Ia datang seraya menanyakan namanya kepada saya, kemudian ia berkata, ‘Orang yang duduk di bawah naungan pohon itu adalah nabi, yang tentangnya telah saya baca banyak kabar gembira di dalam Taurat dan Injil.

Permalink Leave a Comment

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah

January 11, 2011 at 5:45 pm (Uncategorized)

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah berdiri pada Rabi’ul Awal 1406 H (1 Juli 1985 M). Pendirinya adalah Dr. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Ia adalah putra salah satu kyai besar Jawa Timur yang berasal dari Banyuwangi yaitu KH. Iskandar. Asshiddiqiyah berdiri di atas tanah yang diwakafkan H. Abdul Ghoni Dja’ani (Haji Oon), putra dari KH. Abdul Shiddiq di Kelurahan Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Setelah 25 tahun, Pesantren Asshiddiqiyah telah mengembangkan sayap dengan menempatkan beberapa cabangnya. Selain Pesantren pusat Asshiddiqiyah di Kebon Jeruk Jakarta Barat, antara lain Pesantren Asshiddiqiyah II, Batu Ceper, Tangerang Banten. Pesantren Asshiddiqiyah III, Cilamaya, Karawang, Jawa Barat. Pesantren Asshiddiqiyah IV, Serpong, Tangerang, Banten. Pesantren Asshiddiqiyah V, Cijeruk, Bogor, Jawa Barat. Pesantren Asshiddiqiyah VI, Sukabumi, Jawa Barat, Pesantren Asshiddiqiyah VII, Way Kanan, Lampung. Pesantren Asshiddiqiyah VIII, Musi Banyuasin Palembang, Sumatera Selatan.

Permalink Leave a Comment

January 7, 2011 at 2:52 pm (Uncategorized)

BOPI: LPI Itu Profesional!

Liputan6.com, Jakarta: Badan Olah Raga Profesional Indonesia (BOPI) menilai Liga Primer Indonesia adalah kompetisi profesional. Sehingga tak ada alasan untuk tak mengizinkan pertandingan yang digelar LPI.

Hal ini disampaikan ketua BOPI, Gordon Mogot dalam jumpa pers di gedung Kementrian Negara Pemuda dan Olah Raga, Senayan, Jakarta, Kamis (6/1).

“Kita tidak ada alasan untuk tidak mengizinkan karena semua memenuhi syaratnya. Dasarnya mereka profesional tentu tunduk pada aturan profesional,” kata Gordon.

Menurut Gordon, BOPI telah memanggil Liga Primer Indonesia (LPI) dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk duduk bersama menyelesaikan konflik keduanya itu. “Tadi pagi sudah memanggil yang berkepentingan. Yang hadir kebetulan hanya LPI, yang PSSI tidak hadir karena sedang ke Qatar,” imbuh Gordon.

Menurut Gordon, karena LPI telah memenuhi unsur profesionalisme, BOPI akhirnya mengizinkan LPI untuk menyelenggarakan kompetisinya. “Kami memutuskan untuk tanggal 8 (Januari) kita izinkan. Bahwa ada hal yang tidak puas, yang penting kita dasarnya undang-undang dan hukum. Terlebih hukum itu melindungi hak warga negara,” beber Gordon.

Pengusaha Arifin Panigoro membentuk Liga tandingan dari liga yang dibentuk PSSI, yakni Liga Super Indonesia (LSI). Sebagian klub dari LSI itu ikut dalam kompetisi LPI. PSSI pun geram dan mengatakan LPI itu illegal. PSSI juga melayangkan surat kepada Polri pada 24 November 2010 dan 1 Desember 2010 agar Polri menindak kompetisi illegal LPI itu.

Setelah tiga Jenderal Mabes Polri datang dan berunding bersama Kemenegpora dan BOPI di gedung Kemenegpora, Senayan, Jakarta Pusat, Polri akhirnya mengizinkan LPI untuk menggelar pertandingan itu [baca: Akhirnya, Polri Izinkan LPI Bergulir].(MEL)

Permalink Leave a Comment

Filipina vs Indonesia

December 16, 2010 at 7:26 am (Uncategorized)

Upss.. Kami Melawan Negara Gila BolaFilipina Sekarang Beda Loh..REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) delapan tahun silam menghadirkan kenangan manis bagi Indonesia sekaligus kenangan pahit bagi Filipina. Tapi, kenangan itu sepertinya malam ini sulit kembali terjadi karena Filipina sekarang ini beda.

Di turnamen Piala AFF delapan tahun lalu itu, Indonesia mencetak kemenangan terbesar sepanjang sejarah sepakbolanya dengan menekuk Filipina 13-1. Kemenangan itu sekaligus kemenangan tertelak sepanjang sejarah perhelatan Piala AFF.

”Tapi, Filipina yang sekarang bukan Filipina sebelumnya yang tiap orang berpikir bahwa kami dapat mengalahkannya dengan mudah tanpa sebuah perlawanan,” kata asisten timnas Indonesia, Wolfgang Pikal. ”Kami sangat menghormati Filipinan.”

Bedanya Filipinan itu terlihat pada aksi mereka selama melewati kualifikasi Grup B. timnas berjuluk the Azkals itu dua kali bermain imbang lawan Singapura (1-1) dan Myanmar (0-0) serta mengalahkan juara bertahan Vietnam 2-0.

Permalink Leave a Comment

PONDOK PESANTREN ASSHIDDIQIYAH 3 CILAMAYA WETAN KARAWANG

December 16, 2010 at 6:37 am (Uncategorized)

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Permalink 1 Comment